Refleksi Syair Ahmad Nu’aimi, KITA KELOMPOK YANG TAK PUNYA MALU

Refleksi Syair Ahmad Nu’aimi, KITA KELOMPOK YANG TAK PUNYA MALU

SHARE

BataraNews.com – Kita katakan Sufi itu sesat, padahal Sultan Muhammad al-Fatih yang kehadirannya sudah disebutkan oleh Rasulullah saw sebagai sebaik-sebaik pemimpin ternyata berasal dari kalangan Sufi. Di luar itu, masih ada Umar Mochtar sang Singa Libya yang gigih melawan tentara Italia, dan juga ada Pangeran Diponegoro yang berperang melawan Belanda sehingga mengakibatkan korban yang sangat banyak di sisi Belanda, mereka berdua juga adalah tokoh Sufi pada zamannya.

Kita katakan bermadzhab itu tidak boleh, padahal Salahuddin al-Ayyubi sebagai panglima besar ummat Islam yang berhasil merebut Yerussalem dari kaum salib adalah seseorang yang amat kuat memegang madzhab Syafi’i. Bahkan atas jasa beliau-lah maka keyakinan rakyat Mesir bisa berubah dari Syiah menjadi Sunni Syafi’i. Dan di luar itu, para ulama besar seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani, Imam Nawawi, Imam Qurthubi, Imam Jalalain, dan lainnya, mereka semua juga bermadzhab.

Kita katakan bahwa Aqidah Asy’ari itu sesat, padahal Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengarang kitab Fathul Bari adalah seorang Asy’ari, Imam Nawawi yang mengarang kitab Syarah Shahih Muslim juga Asy’ari, ribuan ulama lainnnya dari berbagai disiplin ilmu juga Asy’ari, dan satu lagi, kita orang Indonesia juga berdiri di atas tanah Indonesia yang kemerdekaannya disokong oleh darah ribuan ulama Asy’ari beserta para santri mereka, terutama sekali dengan adanya fatwa Jihad dari KH Hasyim Asy’ari yang menyebabkan terjadinya perang Pahlawan di Surabaya yang mengakibatkan gugurnya puluhan ribu syuhada dan terbunuhnya Jenderal Inggris di sana.

Kita katakan ini-itu, padahal orang yang kita cela memiliki ilmu yang lebih tinggi dari kita, dan memiliki amal yang diakui oleh seluruh ummat Islam.

Lalu kita sendiri, siapa kita?

Kita mungkin hanya orang yang bisa mencela. Tetapi meskipun begitu, tetap tidak ada kata terlambat bagi kita untuk memperbaiki diri kita. Insya Allah, ampunan Allah lebih besar dari seluruh langit dan bumi.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar:53)

Note:
Ahmad Nu’aimi adalah seorang penyair Syiah Irak yang dihukum mati oleh pemerintah Iran karena membuat syair dengan judul “Kita Bangsa Yang Tidak Punya Malu” yang menceritakan tentang jasa para pahlawan Muslim yang prestasinya diakui oleh seluruh ummat Islam, tapi ternyata para pahlawan itu berasal dari kalangan Sunni.

Tulisan ini adalah refleksi dari syair tersebut, untuk menjelaskan bahwa sebagian dari para pahlawan Muslim tersebut juga sebenarnya berasal dari kalangan Sunni yang beraliran sufi, atau mengikuti madzhab tertentu atau beraqidahkan Asy’ari, tetapi ketiga hal ini banyak dicerca oleh orang-orang yang “terlalu bersemangat dalam mempelajari agama Islam ini”, sehingga mereka lupa sepertihalnya warga syiah yang lupa bahwa mayoritas pahlawan Muslim ternyata berasal dari kalangan Sunni.

Semoga bermanfaat.

Penulis: Isa Ismet Khumaedi

Paket Umroh Murah