Wow, Tahun 2050, Limbah Plastik Bakal Kalahkan Jumlah Ikan Di Lautan

Wow, Tahun 2050, Limbah Plastik Bakal Kalahkan Jumlah Ikan Di Lautan

SHARE

BataraNews.com – Akibat biaya produksinya yang rendah serta penggunaan yang beragam, jumlah penggunaan plastik di dunia semain hari semakin mengkhawtirkan saja. Jumlah sampah plastik diprediksikan akan jauh melebih jumlah ikan di lautan. Namun, hal tersebut bisa saja tidak terjadi jika dan hanya jika warga di seluruh dunia melaukan langkah drastis dalam mendaur ulang material tersebut.

Sebagaimana dilansir dari CNNMoney, penggunaan plastik mengalami pengingkatan hingga 20 kali lipat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Lebih lanjut, hasil penelitian dari 200 laporan dan 180 analis yang dibahas dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, menunjukkan bahwa pada tahun 2050 nantinya, jumlah plastik diperkirakan akan mengalami peningkatan tiga kali lipat hingga mencapai 1.124 juta ton. Hal tersebut sangat dikhawatirkan dapat berbahaya bagi populasi ikan di dunia.

Lebih lanjut, dilaporkan dari hasil analisis Project Mainstream, menunjukkan ada 32% dari produksi tahunan plastik yang hilang akibat kebocoran, dimana sebagian besar hanyut ke laut, dan sisanya 40% masuk ke TPA. Sedangkan, masing-masing sebanyak 14% dikumpulkan guna dilakukan daur ulang atau dilakukan pembakaran sehingga dihasilkan energi .

Kemudian, dilaporkan juga dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Ellen MacArthur, menunjukkan bahwa ada 95% dari kemasan plastik yang hilang dalam perekonomian setelah penggunaan tunggal, yang bernilai 116-174 miliar dolar atau setara dengan Rp 1,16-1,74 biliun dalam setahun. Sehingga, penelitian tersebut pun mengusulkan adanya suatu persiapan sistem baru guna mengurangi bocornya plastik ke alam serta menggunakan minyak mentah dan gas alam sebagai alternatif bahan baku produksi plastik.

Selain itu, menurut Martin Stuchtey dari Pusat Bisnis dan Lingkungan McKinsey, yang juga memberikan kontribusi analisis dalam laporan tersebut, menilai bahwa plastik adalah simbol kuat dari ekonomi modern dengan sifat yang tak terkalahkan. Namun, mereka juga merupakan bahan yang benar-benar sekali pakai.

Dalam World Economic Forum itu juga mengungkapkan bahwa jumlah produksi plastik pada tahun 2014 mencapai 311 juta ton, dengan perbandingan satu plastik berbanding lima ikan. Namun, pada 2050 nantinya, perbandingan antara jumlah plastik dan populasi ikan akan mencapai lebih dari 1 berbanding 1. Padahal, apabila dalam kondisi normal, diperkirakan pada tahun 2025 akan terdapat satu ton plastik untuk setiap tiga ton ikan di lautan.

Jika tak ada langkah yang diambil sesegera mungkin dalam penggunaan plastik tersebut, maka dikhawatirkan pada tahun 2030 nanti akan terjadi pengingkatan jumlah plastik di perairan menjadi dua truk penuh per menitnya, dan empat truk per menit pada tahun 2050. Sehingga, WEF pun mengungkapkan bahwa satu-satunya cara adalah dengan meningkatan penyerapan daur ulang sampah plastik. Artinya, setiap negara perlu memberikan insentif agar masyarakat dapat melakukan daur ulang.

“Ini merupakan langkah pertama yang menunjukkan bagaimana mengubah alur plastik melalui perekonomian kita,” ungkap Dominic Waughray dari WEF, yang bersama-sama merilis laporan tersebut.

“Untuk berpindah dari wacana ke tindakan skala besar, jelas bahwa tak ada satu aktor-pun yang bisa bekerja sendiri. Masyarakat, sektor swasta dan masyarakat sipil, semuanya perlu bergerak untuk menangkap peluang ekonomi plastik terbaru,” sambungnya lagi.

Adapun, kekhawatiran yang timbul tersebut bukan tak beralasan. Pasalnya, dalam pengolahan limbah plastik sendiri hanya mencapai 14 persen dari total kemasan plastik yang digunakan. Jumlah tersebut berada di peringkat terendah daripada pengolahan limbah industri lainnya. Dimana, untuk daur ulang limbah kertas serta besi dan baja saja, masing-masing mencapai 58 persen dan 90 persen. Sehingga, WEF juga mengusulkan agar setiap negara mendorong untuk peningkatann infrastruktur pengolahan sampah agar dapat menghindari sampah plastik yang dibuang ke alam, terutama ke peraian lepas.

Paket Umroh Murah