JK Dibuat Kempes, Puan Maharani Siap-siap Jadi Wapres

JK Dibuat Kempes, Puan Maharani Siap-siap Jadi Wapres

SHARE

BataraNews.com – Sebagaimana pernah Saya tulis ditahun 2014 lalu, Jusuf Kalla (JK) tak lebih sebagai pemecah suara Prabowo karena Golkar sebagai salah satu peserta Pemilu mendukung Prabowo. Dengan adanya JK di kubu Jokowi, dan pendukung JK di Golkar juga banyak, maka suara Prabowo pada Pemilu 2014 terpecah.

Lalu, Seriuskah PDI-P akan mempertahankan Pemerintahan Jokowi-JK? Serius apabila kepentingan-kepentingan PDI-P bisa terpenuhi, namanya juga Petugas Partai atau bahasa lainnya Pemimpin Boneka hasil pencitraan, maka semuanya atas dasar kepentingan yang “menggigit”, PDI-P sebagai Partai Ideologis Sosialis jika tak mau disebut Komunis karena sering merujuk kepada Partai Komunis di China sangat ingin mempertahankan “Trah” Soekarno di PDI-P bahkan di Pemerintahan Indonesia, Sebelum JK muncul sebagai pemecah suara Prabowo, PDI-P sempat melounching isu Jokowi akan disandingkan dengan Puan Maharani (Jokowi-Puan).

Test Isue ini langsung disambut dengan Kritik tajam banyak pengamat dan pemerhati, Puan tak selevel ayahnya bahkan tak selevel ibunya dalam berpolitik, Maka PDI-P menarik kembali ide itu lalu menjadikan JK pendamping Jokowi.

Pertanyaan besarnya? Seriuskah PDI-P mempertahankan Jokowi-JK? Serius apabila kepentingan PDI-P tercapai, salah satunya menjadikan Puan Maharani sebagai menteri dari Kabinet Kerja sekaligus tetap sebagai Anggota DPR-RI (Rangkap jabatan yang sebenarnya tidak dibolehkan).

Awalnya barangkali skenario mejadikan JK sebagai Pendamping Jokowi karena JK sudah tua, JK akan sering sakit-sakitan, Maka dengan alasan itu nanti PDI-P meminta JK mundur dan menggantikannya dengan Puan, Sempat sekali JK dilarikan ke Rumah Sakit karena sakit tetapi kini sehat wal afiat lagi, PDI-P bingung bagaimana caranya penerus Megawati (Politik Dinasti Soekarno) ini bisa jadi Pejabat lagi.

Isue penggulingan Jokowi juga datang dari PDI-P, Jokowi yang tidak kapabel sebagai Presiden didengungkan beberapa kader PDI-P, Target Pemakzulan Jokowi tidak bisa dilakukan karena tim relawan di luar PDI-P yang berusaha mati-matian mempertahankan citra Jokowi tidak bisa dilawan oleh PDI-P, bahkan relawan yang banyak disebut “kecebong” oleh Pendukung Prabowo ini akan mempertahankan Jokowi 2 Periode walaupun kinerja Jokowi banyak yang tidak benar, setidaknya pimpinan-pimpinan relawan sudah banyak mendapatkan posisi strrategis di BUMN-BUMN, dan Pimpinan relawan ini bisa bagi-bagi rezeki kepada anggotanya dibawah agar tetap membangun pencitraan yang baik tentang Jokowi sampai 2 Periode.

PDI-P mulai berfikir bahwa Pemakzulan Jokowi tidak bisa dilakukan, berharap JK sering sakit bahkan sampai mati dirumah Sakit tidaak bisa juga, jalan berikutnya adalah memblow up kasus PELINDI (RJ LINO), Freeport dan beberapa bisnis JK agar JK terseret. Intinya cuma satu, JK mundur atau dimundurkan lalu diganti dengan Puan Maharani, Jika ini terjadi perkiraan Penulis 2019 PDI-P akan memajukan Puan sebagai Calon Presidennya, Jika tidak terjadi maka PDI-P kembali mengajukan Jokowi di periode keduanya.

Kini terlihat sekali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai “menghabisi” Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan meminta mundur dari jabatannya karena dianggap sebagai sumber kegaduhan dengan berbagai kasus yang ada termasuk Freeport, RJ Lino dll.

“Kalau PDIP minta mundur JK menandakan sudah ada serangan terbuka. Selama ini serangan PDIP masih secara sembunyi-sembunyi dengan memutus kewenangan berlebih seperti muncul Kantor Kepala Staf Kepresidenan,” kata pengamat politik Muhammad Huda dalam pernyataan kepada Media, Senin 21 Desember 2015 beberapa pekan yang lalu.

Menurut Huda, PDIP menilai JK terlalu banyak memanfaatkan kekuasaannya untuk memperkaya bagi kelompoknya. “Ini bukan masalah moral, tetapi tidak mendapat proyek, maka JK diserang PDIP,” ungkap Huda.

Kata Huda, penetapan tersangka Dirut Pelindo II RJ Lino makin memojokkan JK. “RJ Lino “oranggnya” JK, dengan tersangka, proyek Pelindo II yang kabarnya milik keluarga JK bisa habis,” jelas Huda.

Selain itu, Huda mengatakan, pertemuan keluarga JK dengan bos Freeport makin menyudutkan Wakil Presiden. “JK sendiri mengakui adanya pertemuan itu, akan tetapi kalau dilihat pertemuan itu di saat JK menjabat Wakil Presiden bisa bermakna beda,” pungkas Huda.

Sebelumnya politikus PDIP Masinton Pasaribu, mendesak Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mundur dari jabatannya. Masinton menilai JK sebagai sumber kegaduhan yang terjadi dalam situasi politik sehingga mengganggu kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kegaduhan ini menurut Masinton dimulai oleh permasalahan yang dibuat Menteri BUMN Rini Soemarno terkait masalah yang ada di PT Pelindo II serta yang dibuat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said tentang persoalan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

“Di mana titik gaduhnya? Saya selalu katakan ada di BUMN dan ESDM namun besarnya di Wapres. Episentrum titik gaduhnya ya di Wapres tadi,” ujar Masinton dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Maka target besarnya dalam prediksi Penulis adalah JK dibikin Kempes, Kemudian Puan disiapkan jadi Wapres. Demi Politik Dinasti untuk mempertahankan Trah Soekarno dalam Pemerintahan Indonesia. Apa yang terjadi? Kita lihat nanti.

Jakarta, 3 Januari 2016

Penulis: Adi Supriadi / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan
Twitter : @assyarkhan

Paket Umroh Murah