Rahasia Dibalik Makna Angka Dalam Bahasa Jawa

Rahasia Dibalik Makna Angka Dalam Bahasa Jawa

SHARE

BataraNews.com – Setelah Saya posting di facebook ternyata rahasia berikut ini banyak tidak diketahui masyarakat Indonesia bahkan orang jawa sekalipun, Saya sendiri memang bukan jawa karena Saya dilahirkan ditanah Melayu Kalimantan. Saya menyukai hal-hal yang “berbau” rahasia. Untuk dibongkar tentunya.

Sesungguhnya Ini adalah pelajaran sesepuh jawa tempo dulu, sebuah pesan rahasia yang harus dicari makna dibaliknya. Apa itu? Yaitu rahasia makna angka dalam bahasa jawa berikut ini :

“SELAWE – SEKET – SEWIDAK”

Dalam bahasa Indonesia urutan bilangan diucapkan :
Dua Puluh Satu,
Dua Puluh Dua,…s/d
Dua Puluh Sembilan.

Dalam bahasa Jawa tidak diberi nama
Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro, dan sererusnya, melainkan
Selikur,
Rolikur,…
Songo Likur.

Di sini terdapat satuan LIKUR yang merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya Duduk di Kursi.

Maknanya Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “ TEMPAT DUDUKNYA”, misalnya pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis dan lain sebagainya.

Namun ada penyimpangan di atas penyimpangan tadi. Bilangan 25 tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.

Makna SELAWE (SEneng-senenge LAnang lan WEdok). Apa artinya? Yaitu Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan dan Perkawinan, Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten). Menjadi pengantin di Pelaminan.

Bilangan selanjutnya sesuai dengan pola :
Telung Puluh,
Telung Puluh Siji,
Telung Puluh Loro, dst.

Tapi ternyata ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.
Setelah Sepuluh,
Rongpuluh,
Telung Puluh,
Patang puluh,
Mestinya Limang Puluh

Tetapi 50 diucapkan menjadi SEKET. Pasti ada sesuatu di sini, ternyata rahasia dibalik Kata SEKET adalah SEneng KEthonan: suka memakai kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa untuk menutup botak atau rambut yang memutih.

Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang beribadah. Pada usia 50 mestinya seseorang lebih memperhatikan ibadahnya.

Setelah sejak umur likuran bekerja keras mencari kekayaan untuk kehidupan dunia, Makasekitar 25 tahun kemudian yaitu pada usia 50 perbanyaklah ibadah, untuk bekal memasuki kehidupan akhirat.

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, Bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.
Makna SEWIDAK (SEjatine Welas wayahe tinDAK).
Maknanya : Sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang..
Siap-siap kembali kepada Allah swt.

Semoga dengan rahasia dibalik angka jawa ini menuntun Kita menjadi lebih baik dari masa ke masa agar selalu bermanfaat dalam mengisi waktu Kita.

Penulis: Adi Supriadi / Haddad Assyarkhan 
Twitter : @assyarkhan

Paket Umroh Murah