Adhyaksa Dault Kritik Atas Tulisan HTI Terkait Pepesan Kosong Pilkada

Adhyaksa Dault Kritik Atas Tulisan HTI Terkait Pepesan Kosong Pilkada

SHARE

BataraNews.com – Mantan Menpora Adhyaksa Dault mengkritik tulisan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tentang pepesan kosong Pilkada. Kritikan Adhyaksa tersebut sebagai reaksi yang keras dari tulisan HTI. (Baca: Hizbut Tahrir Kritik Pilkada Serentak Lewat “Pepesan Kosong Pilkada Serentak”)

Berbagai kritikan pun datang dari umat Islam lain. Mereka yang memperjuangkan Islam dalam sistem, melihat HTI tidak ada ukhuwah dengan gerakan Islam lain.

Berikut tulisan calon gubernur DKI Jakarta Adhyaksa Dault yang tersebar di media sosial menanggapi tulisan HTI:

Islam tidak melarang seorang muslim memimpin negara meskipun negaranya belum islami, contohnya at- Thufail bin Amru Addausi setelah masuk islam tetap memimpin walaupun sebagian rakyatnya masih keberatan dgn diterapkan larangan perzinahan atas mereka…

Raja an-Najasyi masuk Islami tapi selama 3 th wilayahnya blm bergabung dg pemerintahan nabi saw dan blm bisa menerpkan syariat islam. Bgt jg raja sblmnya masuk islam tp merahasiakanya spy tidak digulinkan oleh uskup2 di Habasyah.

Islam tidak melarang membantu pemimpin yg kafir dlm tugasnya mencegah kezalim. Dimasa jahiliyah terjadi hilful fudlul yg sepakat mencegah kezaliman atas warga.. Itu terjadibsblm nabi diutus sbg rasul kmd nabi mengomentarinya : seandainya aku diundang seksrang dimasa islam niscaya aku akan ikut dalam pakta itu. Dan ini menunjuksn boleh membantu negsra2 kafir dalam upaya mencegah kezaliman atas negara manapun. Apalagi membantu pemerintah yg dipimpin oleh presiden muslim dlm rangka mencegah kezaliman atas rakyat dlm bentuk apapun. Baik kezaliman militer, politik, ekonomi, sosisl maupun yg lain.

Maka boleh menjadi mentri atau gubernur dlm pemerintahan ini wlpn tidak berasasksn islam utk mencegah kezaliman atas kaum muslimin.

Islam tidak melarang menduduki jabatan dalam pemerintahan yg tidak berasaskan syariat Allah spt halnya nabi Yusuf a.s dlm pemerintah kerajaan Mesir dimana urusan keuangan negara diserahkan kpd nabi Yusuf a.s demikian sejarah bicara tentang kepemimpinan dalam Islam. Kalau memang HT menganggap pilkada atau pemilu itu bertentangan dengan syariat islam. Setidaknya untuk daerah daerah tertentu di indonesia seperti Jakarta. Kalimantan barat mereka sedang bertarung menghadapi pemimimpin pemimpin yg berlindung dibalik baju nasionalisme tapi mereka sesungguhnya membenci pemimpin Islam !!

Lalu ada pemimpin Islam yg punya peluang untuk memenangkan pilkada demi juga perjuangan Al Islam lalu kalian dengan mudahnya mengeluarkan brosur selebaran yg mengatakan kalau pilkada atau pemilu itu pepesan kosong dan malah memprovokasi ummat islam untuk tidak memilih atau golput dan kalian bagi bagikan dari masjid ke masjid dari mushollah kemushollah !! Apakah itu artinya sama juga kalian membiarkan pemimpin pemimpin diluar islam memenangkan pemilihaaaan ??? Masya Allah !! Apakah kalian tidak membuka mata kalian melihat berapa banyak pemimpin pemimpin Islam di daerah yg berjuang dgn caranya sendiri mencoba menegakkan sebagian syariat islam dengan sebatas kemampuan mereka, Sadarkah kalian ??? Kalian saksikan bagaimana walikota bogor. Gubernur jabar.
Surabaya.Bojonegoro serta masih banyak lagi didaerah yg telah berbuat untuk dakwah dan islam ??? Sadarkah kaliaan ???. Tolong kalian harus sadar.

Khilafah pasti ada tanpa atau peran kalian !!! Dan bukan hanya kalian yg mengklaim berjuang untuk tegaknya Khilafah !! Maka biarkan mrk yg berjuang dgn caranya sendiri baik dari dalam sistem atau diluar sistem saling bahu membahu !!! Bukan dengan cara melemahkan perjuangan mrk dengan brosur brosur .selebaran selebaran yg memprovokasi orang islam untuk tidak memilih dgn menyebarkannya di mesjid mesjid mushollah mushollah seperti yg kalian lakukan !!! Wallahu a’lam.

Semoga Allah SWT membuka mata hati pemimpin kalian . Sampaikan pesan ini pada pemimpin kalian nun jauh disana !! Yg kalian sami’na Wa a’tho’na padanya !!! Katakan ini pesan dari seorang Indonesia yg rindu pada khilafah !! Yg pernah lima tahun menjabat mentri di Indonesia dan sudah sering ikut acara kalian !! Bahkan hari ini di bully di medsos dari lawan lawan politiknya dengan memposting fotonya ketika memegang bendera Khilafah bendera HT di Istora Senayan dan mrk komentari dgn mengatakan inilah calon taliban !! Islam Ekstreem !!…tapi dia tetap ikhlas menerimanya karena ini bagian dari resiko perjuangan tegaknya khilafah !! Tapi tidak mau mematahkan perjuangannya dan ikhwah ikhwahnya yg berjuang dalam sistim yg ada karena kondisi yg ada menghendaki demikian !!!….WAKAFABILLAHI SYAHIDAA !!!

Paket Umroh Murah