Anda Jomblo? Inilah Efek Bahayanya Terlambat Menikah

Anda Jomblo? Inilah Efek Bahayanya Terlambat Menikah

SHARE

BataraNews.com – Berdasarkan sebuah penelitian baru, terlambat menikah ternyata dapat meningkatkan resiko terjadinya perceraian di kemudian hari. Di era modern seperti sekarang ini, terdapat banyak hal yang membuat seseorang, baik pria maupun wanita, terlambat menikah. Beberapa hal tersebut dapat berupa keinginan untuk mengejar karir atau cita-cita atau karena ingin memastikan apakah pasangan Anda memang orang yang tepat.

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga sensus Amerika, rata-rata para wanita menikah saat mereka berusia 26 tahun, sedangkan rata-rata para pria menikah saat mereka berusia 29 tahun.

Melihat usia mereka saat menikah, Anda mungkin mengira bahwa pernikahan ini tentunya akan bertahan lebih lama karena mereka telah lebih dewasa dan lebih berpengalaman serta lebih mampu dalam menilai pasangannya.

Akan tetapi, sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh seorang sosiolog di Universitas Utah menunjukkan bahwa pendapat tersebut hanya benar hingga suatu titik tertentu.

Pada penelitian ini, para peneliti menganalisis data dari the Center for Disease Control and Prevention saat mereka melakukan survei mengenai pertumbuhan penduduk pada tahun 2006-2010. Para peneliti kemudian menemukan bahwa bila seseorang menikah terlalu cepat dan terlalu lambat, maka hal ini dapat mempengaruhi usia pernikahan orang tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang menikah saat masih berusia 20 tahun sekitar setengahnya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk bercerai dibandingkan dengan mereka yang menikah saat telah berusia 25 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa setiap tambahan 1 tahun, maka semakin rendah kemungkinan seseorang untuk bercerai setelah menikah, yaitu 11% lebih rendah, tetapi hanya hingga orang tersebut berumur 32 tahun.

Para peneliti sangat terkejut saat menemukan bahwa saat seseorang terlambat menikah (menikah saat mereka telah berusia lebih dari 32 tahun), maka kemungkinan mereka untuk bercerai pun akan kembali meningkat. Para peneliti masih tidak mengetahui mengapa hal ini dapat terjadi.

Menurut seorang psikologis lain yang tidak terlibat dalam penelitian ini, hasil penelitian di atas bukanlah sesuatu hal yang mengejutkan. Psikolog tersebut mengatakan bahwa kadangkala suatu pernikahan dapat bertahan bukan karena kedua belah pihak merasa bahagia, tetapi karena berbagai permasalahan yang ada misalnya karena keadaan keuangan dan kebudayaan, yang mungkin tidak dialami atau jarang dialami oleh orang yang menikah di usia yang lebih tua.

Selain itu, orang yang terlambat menikah juga lebih jarang memiliki anak, yang membuat mereka lebih mudah untuk bercerai bila segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan mereka.

Hal lainnya yang dapat membuat angka perceraian justru lebih tinggi pada orang yang terlambat menikah adalah karena mereka memiliki pemikiran yang lebih terbuka, yang membuat mereka dapat menerima berbagai hal baru, termasuk perceraian.

Kadangkala, pasangan yang terlambat menikah juga memutuskan untuk bercerai karena perceraian tersebut membuat mereka merasa lebih nyaman dan mengurangi satu masalah mereka.

Selain usia, sebenarnya masih banyak hal lain yang menentukan berhasil tidaknya suatu pernikahan. Hal tersebut adalah rasa hormat terhadap pasangan, komitmen, fleksibilitas, komunikasi, empati, dan sama tidaknya prinsip dalam hidup.

Jadi, walaupun penelitian ini memberikan Anda suatu pengetahuan baru akan tetapi bukan berarti Anda pasti akan bercerai bila menikah saat telah berusia lebih dari 32 tahun.

Paket Umroh Murah