Berbohong Dalam Syiah Hukumnya Wajib

Berbohong Dalam Syiah Hukumnya Wajib

SHARE

BataraNews.com – -Berbohong atau istilah lainnya disebut taqiyah adalah sebuah keyakinan yang wajib ada bagi seorang syiah, maka jika orang syiah tidak berbohong maka orang syiah tersebut tidak melaksanakan perintah atau bisa dikatakan murtad dari syiah.

Selain itu taqiyah atau berbohong merupakan rukun diantara rukun-rukun sahnya syiah seseorang sebagaimana dengan hukum shalat. Apa dalilnya taqiyah atau berbohong wajib dalam syiah? untuk dalilnya seperti dibawah ini.

Ibnu Babawaih mengatakan: “Keyakinan kami tentang taqiyah itu adalah dia itu wajib. Barangsiapa meninggalkannya maka sama dengan meninggalkan shalat.” (Al-I’tiqadat, hal.114).

Al-Kulaini (penulis al-Kafi) mengatakan: “Tidak beragama orang yang tidak menggunakan konsep taqiyah.” (Al-Kulaini, Ushul al-Kafi, jilid II, hal. 217).

Selain itu dalam ajaran syiah, taqiyah atau berbohong lebih utama daripada rukun islam lainnya baik itu shalat atau yang lainnya. Dalam syiah taqiyah atau berbohong merupakan tiang-tiang agama berbeda dengan sunni, shalat merupakan tiang-tiang agama. Barang siapa yang meninggalkan taqiyah dalam syiah maka telah meninggalkan agama itu sendiri jadi taqiyah hukumnya wajib bagi seorang syiah.

Adapun dalil yang lain tentang taqiyah yang diwajibkan bagi seorang syiah adalah seperti yang mereka nisbatkan kepada imam keenam Ja’far Ash-Shadiq, imam Ja’far berkata: “seandainya saya mengatakan bahwa yang meninggalkan taqiyah sama dengan yang meninggalkan shalat tentu saya benar.” (Al-I’tiqadad, hal.114).

“Taqiyah adalah fardhu yang diwajibkan kepada kami dalam negara orang-orang yang zhalim. Karena itu barangsiapa meninggalkan taqiyah maka sungguh dia telah menyalahi agama imamiyah dan telah berpisah dengannya.” (Bihar op. cit. 57/421)

Tujuan syiah mengadakan taqiyah atau berbohong untuk menipu kalangan yang bukan syiah baik sunni, nasrani atau yahudi sedangkan majusi merupakan pokok utama ajaran syiah. Taqiyah sangat nyata jika orang syiah adalah minoritas dari sebuah negara, jika syiah mayoritas maka taqiyah jarang digunakan oleh kalangan awam namun sangat penting dan banyak digunakan oleh kalangan ulama, pemerintah dan media untuk menipu kalangan awam.

Ajaran taqiyah ini sangat berbahaya bagi kalangan selain syiah karena bersifat munafik alias nampak manis didepan muka akan tetapi pahit dalam hati dan dibelakang kita, apabila syiah berbicara maka apa yang keluar dari mulutnya berbeda dengan hatinya, umumnya apa yang keluar dari mulutnya orang syiah sangat manis. bisa dibilang semua orang syiah tidak dapat didengar atau dipercaya karena orang syiah suka berkhianat dan berhawa nafsu dalam mengingikan sesuatu.

Muhammad Al-Kulaini mengatakan: “Bertaqwalah kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam agama kalian dan lindungilah agama kalian dengan taqiyah, maka sesungguhnya tidaklah mempunyai keimanan orang yang tidak bertaqiyah.” Muhammad Al-Kulaini juga berkata: “Siapa yang menyebarkan rahasia berarti ia ragu dan siapa yang mengatakan kepada selain keluarganya berarti kafir.” (Al-Kafi 2/371,372 & 218).

Jika ada orang syiah disekitar Anda maka coba anda tanyakan sesuatu kepada mereka maka mereka berusaha untuk menyelesaikan sesuatu tersebut dengan berbagai cara ditempuhkan sehingga pembicaraan orang syiah tersebut berbeda dengan yang awal dan yang akhir jadi jika Anda berdebat dengan syiah maka biarkan dulu syiah ngomong maka Anda tanya sesuatu yang agak aneh seperti mut’ah dan lain-lain sudah pasti pendapat ia akan berbeda dengan pendapat ulama syiah atau syiah lainnya bahkan perkataan awal dan yang akhir juga akan berbeda.

Taqiyah atau berbohong dalam syiah ibarat maling teriak maling atau lempat batu sembunyi tangan atau yang lebih keren bentuk luar seperti domba akan tetapi hatinya bagaikan serigala yang siap menerkam apabila mangsanya mengira itu adalah domba, begitulah hakikat taqiyah dalam ajaran syiah dan menguatkan bahwa syiah bukan islam atau bagiannya akan tetapi merupakan agama yang serupa dengan Yahudi. (Ibnu Utsman)

Paket Umroh Murah