Terkuak, Bambang Widjojanto Suap MK dan Fraksi DPR

Terkuak, Bambang Widjojanto Suap MK dan Fraksi DPR

SHARE

BataraNews.com – Kasus mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (BW) bermula dari laporan Bupati nonaktif Tapanuli Tengah, Bonaran Situmeang ke Bareskrim Polri.

BW dilaporkan terkait sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, dengan dugaan menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar pada 2010. Saat itu, BW bertindak sebagai pengacara pihak penggugat sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, dan Akil masih menjabat sebagai Ketua MK. “Sudah jelas suap. Pak Akil punya bukti,” jelasnya Bonaran, Senin (26/1).

Bonaran melaporkan BW ke Bareskrim pada 15 Januari 2015. Ia menyatakan, bahwa laporannya terhadap BW bukanlah bentuk kriminalisasi terhadap KPK, namun ia mengaku hanya ingin agar KPK direformasi dari oknum pimpinan yang banyak masalah.

“Saya tidak setuju KPK dibubarkan, tapi saya setuju KPK direformasi dari orang-orang yang bermasalah,” terang dia.

Bonaran juga mengungkapkan skandal BW lainnya, yakni adanya pertemuan antara Akil Mochtar dengan BW. “Pak Akil pernah mengatakan, pernah ketemu Pak BW di mobil. Saya minta laporkan dong, enggak boleh pengacara ketemu dengan Akil,” beber Bonaran.

Saat dikonfirmasi terkait pengakuan Bonaran, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar membenarkan BW pernah satu mobil dengannya. Saat itu Akil masih menjabat Juru Bicara MK.

“Dia pernah satu mobil sama saya, dari MK sampai Pasar Minggu saya antarkan. Kita ngomongin soal perkara juga, perkara Kotawaringin Barat,” ujar Akil.

Dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat (Kobar), panel Majelis Hakim dipimpin oleh Akil Mochtar. Bambang Widjojanto menjadi kuasa hukum Ujang Iskandar-Bambang Purwanto, bersama-sama dengan Iskandar Sonhaji, Diana Fauziah dan Hermawanto dari Kantor Widjojanto, Sonhadjo & Associates. Ujang Iskandar-Bambang Purwanto kini menjadi bupati dan wakil bupati Kobar.

Tak cuma itu, tambah Akil, BW pernah meminta tolong kepadanya dalam rangka seleksi pimpinan KPK beberapa tahun lalu. BW, kata Akil, saat itu meminta agar dia bisa bertemu dengan fraksi-fraksi di DPR.

“Bambang (BW) itu dalam rangka menduduki jabatan pimpinan KPK minta tolong saya untuk bertemu fraksi-fraksi di DPR,” ujar Akil di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (16/6/2014).

Akil mengaku, permintaan tolong itu terjadi saat dia dan BW bertemu di salah satu hotel di kawasan Jakarta. “Minta tolong saya biar bagaimana bisa jadi pimpinan KPK,” tandasnya.

Paket Umroh Murah